![]() |
Kehidupan, apapun bentuknya hanyalah untuk ditertawai selain dijalani. Banyak kejadian aneh disekitar kita karena polah-tingkah orang yang tak pernah memilih jadi muskil, apalagi ganjil. Mereka hanya berusaha menjadi dirinya sendiri, sebaik-baiknya, apa adanya, seperti juga kita selama ini. Atas dasar itulah kisah-kisah ini dibuat.
Terlalu berat buat anak-anak ? Tidak juga ! Mata mereka lebih mampu menangkap, hati mereka lebih mampu membaca, ada kejadian, ada orang-orang yang lebih aneh daripada tokoh dikisah-kisah ini. Anak-anak lebih mudah tertawa, menertawai dirinya sendiri dan orang lain, tanpa maksud apa-apa, seperti kita melihat komedi di layar televisi.
Kisah-kisah ini dibuat untuk memelihara selera humor mereka, menjaganya, agar mereka bisa tetap tertawa, bahkan sampai tua, seperti kebiasaannya selama ini. Harapannya : bila semua hal disikapi dengan tertawa, nicaya semua 'kan berjalan ringan, apa adanya. Tertawa itu baik, tertawa itu sehat, tertawa adalah penyelamat untuk memperoleh kebahagiannya kelak.
Blog ini didedikasikan untuk : Ejen, Alm. Rudi Wilson, ayah di rumah, mentor pertama yang mengajarkan matematika, logika dan tetawa, terutama menertawakan diri sendiri. "Jen, tertawa di belakang enak, tetapi menangis di belakang, tidak enak ! Kehilangan bisa dihilangkan, tetapi tak pernah bisa hilang. Selamat jalan."
"Hilang tak pernah bisa mewakili kata yang dulu ada lalu tiada. Seperti kaleng yang tak bisa menggantikan emas, seperti kerikil yang tak bisa menggantikan batu mulia. Ibarat kata, hilang seperti tong kosong yang nyaring bunyinya, tak bermakna, tak mewakili apa-apa"
Tangerang Selatan, 1/1/2014
Nulani Sapiie


